Kamis, 12 Januari 2012

Pengusaha itu gak harus pintar

Masih ingat dengan salah satu sahabat saya yang saya ceritakan pada posting saya sebelumnya, yang sebelumnya bekerja di LawFirm dan kemudian resign. Ada sedikit cerita menarik tentang si sahabat yang sepertinya seru untuk diceritakan. Kita sebut saja namanya A. Sesaat sebelum si A resign, dia datang kepada saya dan menceritakan cerita ini. Dan cerita inilah yang kemudian mengubah pemikiran dia untuk berani terjun membuat bisnis sendiri.

Saat itu, si A mendatangi rumah saya. Dan bercerita pengalamannya menghadiri pertemuan dengan klien LawFirmnya di daerah lampung. Sang klien adalah seorang pengusaha yang memiliki banyak peternakan dan bisnis lainnya. Saat itu, sang klien memiliki permasalahan dalam hal yang berkaitan dengan hukum, sehingga si klien itu membayar kantor LawFirm sahabat saya tersebut.

Mulailah si A bercerita, " Gila rid, rumahnya mewah banget. Banyak hewan ternak, mobil, dan segala fasilitas mewah lainnya. Yang bikin gw bingung, kok masalah hukum sesepele ini dia ga ngerti dan harus ngebayar kita. Disitu gw mikir rid, kenapa gw gak jadi si orang itu, yang tinggal bayar lawfirm untuk menyelesaikan masalah hukum dia? kenapa gw harus jadi orang yang dia bayar itu? padahal secara ilmu hukum, gw yakin gw lebih pinter dari dia. tapi kok keliatannya dia kaya dan sukses banget ya"

Bagi sebagian orang, menjadi orang pintar dengan pendidikan yang sangat tinggi adalah hal yang sangat penting. Memang tidak ada yang salah dengan itu. Yang salah adalah ketika kita berniat untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya HANYA UNTUK MENDAPATKAN PEKERJAAN DENGAN GAJI YANG TINGGI. Coba kita ingat-ingat lagi, dan memang inilah budaya bangsa ini yang masih kental, bahwa ketika kita sekolah, dan mengambil jurusan kuliah, pasti pertimbangan utamanya adalah jurusan yang gampang nyari kerja dan dibayar dengan gaji tinggi.

Lalu bagaimana dengan si klien yang kaya raya itu. Dia cukup mempunyai keberanian, visi yang jauh, dan strategy untuk menjalankan bisnisnya. Dan selanjutnya, dia tinggal membayar orang-orang profesional yang ahli dibidangnya masing-masing, untuk mempermudah bisnisnya itu.

Terkesan tidak adil memang. Tapi itulah kenyataan. Kebanyakan orang pintar tidak memiliki keberanian untuk mengambil resiko dan meninggalkan zona nyaman. Itu mengapa mereka biasanya hanya selalu berlindung dibalik langkah orang lain. Tapi, sebagaimana konsep investasi, high risk high return, ya si profesional itu juga tidak mendapatkan sebesar si risk taker.

Bukan rahasia umum lagi jika beberapa orang terkaya di dunia bahkan tidak menyelesaikan pendidikannya. Bukan bermaksud mengecilkan fungsi pendidikan. Pendidikan tetap sangat penting. Tapi bagaimana akhirnya menggunakan pendidikan itu lah yang lebih penting.

Bravo..

Selasa, 10 Januari 2012

Ayo Hidup Mandiri.....!!!!!

Disuatu malam menjelang pagi di tahun 2009, terjadi perbincangan hangat antara saya, dan 3 orang sahabat. Ketika itu, kita semua masih berstatus karyawan pada perusahaan kita masing-masing. Namun bedanya, saat itu saya sudah berpikir untuk resign dan segera hidup mandiri membangun bisnis. Namun, kedua sahabat saya sangat menentang pemikiran saya. Dan satu lagi bersifat netral. Perbincangan dan debat menjadi panas dan bertensi tinggi.

kedua sahabat saya itu berpikir, untuk menjadi kaya, bebas financial, dan bahagia tidak harus menjadi pebisnis, dan bisa dilakukan dengan bekerja di perusahaan orang lain. Bahkan mereka sangat mempertanyakan pemikiran saya dan bertanya, "Emang kenapa sih klo jadi karyawan, gw bisa kok bahagia dengan jadi karyawan. Lagian, sama aja lah..klo lo kerja bagus juga lo bisa di naikin karir dan gaji lo", cetus salah satu dari dua sahabat yang kontra sama saya.

Saya pun mencoba menjelaskan beberapa poin mengenai pemikiran saya, bahwa memang sebaiknya kita hidup mandiri. Saya mengemukakan beberapa poin dibawah ini kepada mereka :

1. Kenapa sebagian besar karyawan tidak menyukai ketika besok harus masuk kerja? lalu untuk apa mereka melakukan semua itu? Untuk uang kah, yang hanya dibayar sebulan sekali, dengan mengorbankan ketidaksukaan selama 29 hari??

2. Taukah Anda, untuk menaikan posisi dan gaji karyawan, top management harus rapat berjam-jam dan adu argumentasi?? Apakah kondisi ini menggambarkan bahwa nasib Anda berada di tangan Anda sendiri??

3.Taukah Anda, alur perpindahan uang dari karyawan ke pengusaha terjadi dalam 29 hari, dan alur dari pengusaha ke karyawan hanya terjadi di 1 hari? (Coba renungkan maknanya..hehe)

Dan ada beberapa poin lagi yang saya jelaskan ke kedua sahabat saya, yang tentu saja tetap mereka bantah. Si sahabat yang pertama saat itu bekerja di lawfirm, dan sahabat yang satu lagi bekerja di perusahaan multicompany. Sedangkan si netral bekerja di oil company.

Dalam pemikiran saya, ini bukan hanya masalah bagaimana cara untuk kaya. Memang ada poin pada hal itu. Namun tidak hanya itu. Ini masalah kemandirian hidup. Dimana kita bisa melakukan apapun yang ingin kita lakukan. Membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak. Menentukan sendiri target penghasilan, keuntungan, dan strategy-strategy yang akan dijalankan. Tidak hanya menjadi "pembantu" dalam rencana orang lain.

Mungkin seorang yang hidup mandiri (berbisnis) akan berpikir dalam 24 jam sehari. Akan bekerja lebih keras dari seorang karyawan yang hanya kerja dari jam 8 - 17. Tapi kendali waktu ada ditangan mereka. Mereka lah yang menentukan jadwal kegiatan mereka sendiri. Apalagi, ketika sudah maju, pebisnis itu akan membangun sistem yang bisa membuat bisnis nya jalan sendiri tanpa keterlibatan penuh pemiliknya.

Apalagi, bagi kaum muda yang seharusnya penuh dengan ambisi, ide ide kreatif, dan mimpi-mimpi besar, sangat disayangkan jika hanya menghabiskan sebagian besar waktunya menjalankan rencana orang lain.

Oh iya, bagaimana dengan kisah perdebatan kami ber 4 tadi ?? Si sahabat yang pertama telah resign dari lawfirmnya dan mendirikan bisnis dibidang music. Si sahabat yang kedua juga resign dari jabatannya sebagai section head di multicompany tersebut dan bergabung dengan salah satu bisnis saya. Dan si netral tetap bekerja di oil company nya.. :)

ciaaoo